Cool Apa Bahan Dasar Untuk Membuat Tahu Dan Tempe Ideas

Makanan Sumber Vitamin D Cegah Corona Tagar
Makanan Sumber Vitamin D Cegah Corona Tagar from www.tagar.id

Tahu dan tempe merupakan produk makanan yang sangat populer di Indonesia. Kedua makanan ini memiliki rasa yang lezat dan banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Bahan dasar untuk membuat tahu dan tempe adalah kedelai. Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang kaya akan protein, serat, dan zat besi. Oleh karena itu, tahu dan tempe juga merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh.

Pembuatan Tahu

Untuk membuat tahu, bahan dasar yang dibutuhkan adalah kedelai, air, dan garam. Pertama-tama, kedelai direndam dalam air selama minimal 8 jam hingga mengembang. Setelah itu, kulit kedelai dihilangkan dengan cara digosok-gosokkan antara kedua tangan hingga kulit mengelupas. Setelah kulit dikupas, kedelai dicuci hingga bersih. Setelah dicuci, kedelai yang sudah bersih direbus dalam air mendidih selama 1-2 jam hingga empuk. Setelah empuk, kedelai diangkat dan dikukus selama 30-45 menit hingga benar-benar matang. Setelah matang, kedelai dihaluskan dengan blender atau penggiling kacang hingga menjadi pasta yang halus. Setelah kedelai dihaluskan, pasta kedelai tersebut dicampur dengan air dan garam. Campuran kedelai, air, dan garam ini kemudian dipanaskan dalam panci besar dengan api kecil sambil terus diaduk. Setelah beberapa saat, campuran tersebut akan mengental dan mulai membentuk gumpalan. Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan tahu dan dibiarkan dingin.

Pembuatan Tempe

Berbeda dengan tahu, pembuatan tempe menggunakan ragi tempe sebagai bahan tambahan. Bahan dasar untuk membuat tempe adalah kedelai yang sudah direndam dan dikupas kulitnya seperti pada pembuatan tahu. Setelah kedelai dikupas, kedelai yang sudah bersih dicuci hingga bersih. Setelah dicuci, kedelai yang sudah bersih direbus dalam air mendidih selama 1-2 jam hingga empuk. Setelah empuk, kedelai diangkat dan ditiriskan hingga tidak ada air yang menetes. Setelah itu, kedelai dituangkan dalam wadah dan diberi ragi tempe. Ragi tempe tersebut akan mengubah kedelai menjadi tempe. Setelah kedelai diberi ragi tempe, kedelai tersebut dibungkus dengan daun pisang atau plastik yang sudah dilubangi. Kemudian, kedelai yang sudah dibungkus tersebut dibiarkan fermentasi selama 1-2 hari pada suhu ruangan. Setelah fermentasi selesai, tempe siap untuk digunakan.

Mengapa Kedelai Digunakan Sebagai Bahan Dasar?

Kedelai dipilih sebagai bahan dasar untuk membuat tahu dan tempe karena kandungan nutrisi yang tinggi. Kedelai kaya akan protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Protein yang terkandung dalam kedelai juga merupakan protein yang lengkap, artinya mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, kedelai juga mengandung fitokimia, seperti isoflavon, yang memiliki efek antioksidan dalam tubuh. Fitokimia ini dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kedelai juga rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol, sehingga baik untuk kesehatan jantung.

People Also Ask

– Dapatkah tahu dan tempe digunakan dalam diet vegetarian? Ya, tahu dan tempe adalah pilihan yang baik untuk diet vegetarian karena keduanya merupakan sumber protein nabati yang baik. – Apakah tahu dan tempe dapat menyebabkan alergi? Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dapat mengalami alergi terhadap kedelai yang merupakan bahan dasar tahu dan tempe. – Bagaimana cara menyimpan tahu dan tempe yang sudah dibuat? Tahu dan tempe yang sudah dibuat dapat disimpan dalam lemari es selama beberapa hari. Namun, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu singkat untuk menjaga kesegarannya. – Apa manfaat dari mengonsumsi tahu dan tempe? Tahu dan tempe mengandung banyak nutrisi, seperti protein, serat, dan zat besi, yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.